Perang Tarif akan Menular ke Penyedia Layanan Fixed Broadband?

Dari total pengguna itu, APJII mengungkapkan hanya 14,5% yang memiliki fasilitas fixed broadband. Sehingga potensi pelanggan di bisnis ini masih terbuka lebar. Dengan peluang pasar yang besar, maka persaingan diantara para penyedia layanan internet fixed broadband juga semakin ketat.

Seperti yang sudah kita tahu bersama, ada beberapa pemain utama fixed broadband di Tanah Air. Selain IndiHome yang dimiliki oleh Telkom dan memiliki pelanggan begitu besar, ada juga First Media, Biznet, MyRepublic, MNC Play, CBN, Link Net, dan Oxygen.

Tak hanya itu, operator selular juga punya layanan sejenis, seperti XL Home (XL Axiata) dan HiFi (Indosat Ooredoo Hutchison). PLN juga sudah menyatakan terjun ke bisnis ini dengan bendera Iconnet. Belakangan, demi memperkuat fondasi bisnis ini, XL Axiata mengakuisisi First Media dari Lippo Group.

Dengan persaingan yang menjurus ketat, apakah perang tarif yang pernah marak terjadi pada industri selular akan juga menular ke fixed broadband? Ya!

Seperti dikatakan oleh Uday Rayana selaku CEO Selular bahwa persaingan ketat antar pemain fixed broadband menjadikan harga sebagai instrument utama memenangkan pasar. Dengan ratusan penyelenggara yang ada di bisnis ini, potensi munculnya perang tarif.

“Perang tarif antar pemain fixed broadband dapat saja terjadi. Padahal, pembangunan infrastruktur penyediaan akses internet ini tidaklah murah. Sejumlah pemerintah daerah bahkan memungut tarif kepada penyedia jasa internet yang akan membangun infrastruktur jaringan,” jelas Uday.

Komentar

News Feed