Menurutnya, Bhabinkamtibmas yang bertugas di desa dan kelurahan merupakan ujung tombak dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi langsung kepada masyarakat.
“Pemahaman moderasi beragama sangat penting untuk menangkal paham intoleran, radikal, dan ekstrem yang dapat memicu kerawanan sosial hingga konflik antarwarga,” ujar Kombes Sirajuddin.
Ia juga menambahkan, dengan penguatan moderasi beragama bagi Bhabinkamtibmas, diharapkan Indeks Toleransi di Sulawesi Tengah dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif juga dapat terwujud.
Pelatihan ini diikuti oleh 150 personel Bhabinkamtibmas dari perwakilan 12 Polres jajaran Polda Sulteng. Kombes Sirajuddin berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan dan diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota di seluruh wilayah Sulteng.














Komentar