Beberapa tahun lalu, luapan Sungai Bangga sempat merendam pemukiman warga dan menyebabkan kerusakan parah.
“Ini aneh. Kenapa di Jonoge pakai batu Loli, sedangkan di Bangga hanya pakai batu lokal? Apakah ini cara kontraktor menghemat biaya? Kami minta pihak berwenang mengecek ulang,” protes warga setempat.
Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan Pasca-PHO
Proyek ini telah memasuki tahap PHO, namun kritik dari masyarakat terus bermunculan, terutama terkait kualitas material dan kekuatan struktur tanggul.
Warga menduga, jika Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek seharusnya mencantumkan penggunaan batu Loli, namun tidak dipenuhi, maka hal ini bisa termasuk pelanggaran.
“Kalau RAB-nya mewajibkan batu dari Loli, tetapi tidak dipenuhi, ini masalah serius. Kami tidak pernah melihat ada pengiriman batu Loli ke sini,” ungkap seorang warga.
Pihak Balai Wilayah Sungai Sulawesi III (BWSS III) Palu selaku pemberi tugas proyek diharapkan segera menindaklanjuti laporan ini guna memastikan kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar aman dan sesuai standar.
Baca: Proyek Rp150 Miliar Molor Apakah ada Yang Main Kotor? BWSS Dorong PT SMS Agar Pekerjaan Digenjot








Komentar