Bahkan kata dia, pekerjaan penanganan jalan Kebun Kopi supaya lebih memadai lagi dalam mendukung arus transportasi, sudah terealisasi. Dan jika ada longsor di jalur tersebut pasti diperbaiki.
“Sudah terwujudkan, kalau ada yang longsor pasti diperbaiki. Terima kasih,” ujar anggota DPR RI yang terpilih lagi di periode kelimanya (2024 – 2029) tersebut.
Namun, pria yang lama menjadi anggota Komisi V (infrastruktur) DPR RI ini, tidak menjawab secara spesifik mengenai janjinya yang memperjuangkan anggaran jalan alternatif untuk solusi Kebun Kopi.
Janji yang belum terealisasi itu sudah dicumbu mantan Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Zulfakar Natsir, beberapa waktu lalu.
Zulfakar mengatakan, anggota DPR RI Muhidin Said pernah menjanjikan pembangunan jalan baru ruas Palu-Parigi sebagai solusi jalan Kebun Kopi.
Namun kini, Zulfakar tidak tahu menahu lagi apa sebabnya sehingga rencana pembukaan jalan tersebut tidak pernah terealisasi hingga sekarang. Jalan baru poros Palu-Parigi rencananya melintasi kawasan Tahura (taman hutan rakyat).
“Pak Muhidin saat itu pernah berdialog dengan saya sebagai ketua komisi 3, bahwa DPR RI menyiapkan anggaran untuk pembangunan jalan (Palu-Parigi) tersebut secara bertahap,” ungkap Zulfakar.
Terkait namanya dicumbu Zulfakar, Muhidin enggan menjawab.
“Yang bypass (jalan) mana ya?,” ujar Muhidin terkesan mengelak.














Komentar