gNews.co.id – Anggota Komisi II DPR RI Longki Djanggola menggelar reses hari ketujuh di Kompleks Masjid Daeng Lando Yoto Djanggola, Desa Jonooge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Senin (14/4/2025).
Lokasi ini merupakan bekas tapak bencana likuefaksi yang kini mulai pulih dengan kehidupan baru masyarakat transmigran.
Dalam pertemuan itu, Gubernur ke-10 Sulawesi Tengah tersebut berdialog langsung dengan petani, kaum perempuan, dan para guru dari sekolah agama.
Mereka menyampaikan berbagai persoalan yang tengah dihadapi warga, dengan harapan bisa mendapatkan solusi dan dukungan dari pemerintah pusat.
Sumarji, salah seorang tokoh masyarakat, meminta dukungan pengadaan mobil operasional dan ambulans untuk keperluan warga sekitar masjid.
Sementara Suparnoto menyuarakan harapan agar program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dapat menjangkau lebih luas dan tidak menyulitkan masyarakat kecil.
Perwakilan guru dari sekolah agama mengusulkan agar pemerintah mengakomodasi kebutuhan guru berstatus ASN atau PPPK di sekolah swasta, mengingat kontribusi besar mereka dalam mendidik generasi muda di wilayah terpencil.
Keluhan juga datang dari Mas Eko yang menyampaikan kesulitan petani mendapatkan pupuk.
Sementara Zainal Abidin, warga permukiman transmigrasi Bulu Pountu Jaya, mengadukan soal belum adanya sertifikat lahan dan kebutuhan mendesak akan air bersih.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Longki langsung merespon dengan solusi konkret.
“Untuk pupuk, saya minta Mas Eko cari tahu siapa penyuluhnya dan nomor kontaknya. Nanti kita bantu komunikasikan dan carikan solusinya,” ujar Longki.
Terkait permintaan warga transmigran, Longki meminta agar pengaduan dibuat secara tertulis.
“Supaya saya bisa sampaikan secara resmi ke instansi terkait, dan tidak dianggap saya mengarang,” tandasnya.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat itu ditutup dengan komitmen Longki Djanggola untuk terus mengawal dan menyampaikan aspirasi warga sesuai dengan ruang lingkup kerja Komisi II DPR RI.
Baca: Di Haul Guru Tua, Longki Djanggola Kenang Keteladanan Habib Idrus dalam Kesederhanaan dan Keikhlasan














Komentar