Namun saat tim investigasi tiba di sekolah ini, terlihat sejumlah pekerja tengah memasang dan merapikan paving block di depan kelas.
Salah seorang guru yang berada di SDN 2 Petobo Ulim yang ditemui di lokasi menuturkan, pihak BP2W sudah beberapa kali turun ke sekolah itu dan berbincang dengan Kepala Sekolah.
“Kalau untuk paving ini, saya tidak tahu informasinya apakah dipasang semua satu halaman sekolah atau hanya di depan kelas saja,” ujar Ulim.
Dia mengaku, ketika hujan deras halaman di depan sekolah digenangi air, sehingga tidak dapat digunakan untuk apel pagi maupun tempat bermain para murid.
Ulim berharap semoga kondisi itu mendapat solusi dari BP2W ke depan.
Pembangunan gedung baru katanya, ada beberapa item pekerjaan belum ada pintu, jendela, dan aliran listrik, serta plafon, tidak rampung dikerjakan.
Sementara untuk pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi tiga gedung <span;>MTs Nidatul Khairaat Pombewe terdapat kondisi yang memprihatinkan.
Di mana pintu dan jendela gedung lama tidak terpasang, plafon tidak rampung dikerjakan, serta toilet sama sekali tidak tidak dikerjakan.
“Sekolah ini waktu belum direhab tidak begini, tapi setelah direhab malah seperti tambah parah,” ungkap salah seorang guru di sekolah itu, Rafin Datungsolang.
Dia mengaku sangat kesal, karena para pekerja sudah pergi sebelum pekerjaan itu rampung dikerjakan 100 persen.
“Kalau begini lebih baik tidak direhab. Ini kita tidak tahu bagaimana kelanjutan pekerjaan sekolah ini,” katanya.















Komentar