Dari MTs Nidatul Khairaat Pombewe, tim investigasi melanjutkan pengecekan pekerjaan di MTs Alhasanaat Kaleke. Di sekolah swasta ini, sejumlah item pekerjaan dikeluhkan oleh Kepala Sekolah dan para guru, seperti daun pintu dan gagang pintu, rupanya tidak seperti ekspektasi mereka.
Pintu yang dipasang rupanya tidak kuat, karena bagian atas pintu yang harusnya dicor, hanya dipasang menggunakan kalsibor. Akibatnya, saat akan dibuka dan ditutup, pintu itu bergoyang muda lepas.
“Katanya ini bangunan tahan gempa, tapi tidak aman bagi pencuri,” ujar Kepala Sekolah, Rosida yang ditemui di sekolahnya.
Ia menuturkan, ketika pihak balai datang dan menyampaikan bahwa halaman sekolah akan dipasang paving block. Namun sampai saat ini, ternyata tidak ada.
“Saya sudah telfon PPTK-nya, katanya untuk paving sudah tidak ada karena anggarannya sudah habis,” ujar Rosida.
Setelah berbincang dengan Kepsek MTs, tim bertolak ke MTs Alkhairaat Balamoa. Kehadiran tim investigasi ini, disambut langsung Kepala MTs Alkhairaat Balamoa, Rifai.
Kepada tim investigasi, Rifai langsung mengungkapkan kekesalannya atas pekerjaan sekolah yang asal – asalan itu.
“Saya kira kamu ini dari konsultan tadi. Kalau dari konsultan tadi, saya sudah usir. Kalau banyak begini, saya panggilkan warga untuk usir kamu semua ini,” ujarnya serius.
Rifai mengaku sangat kesal, karena pekerjaan pembangunan gedung sekolah yang dipimpinnya itu sangat amburadul dan tidak aman bagi para muridnya.
Beberapa kali konsultan datang melihat pekerjaan itu, tapi hanya sekedar foto – foto lalu pulang dan tidak ada tindak lanjutnya.















Komentar