Jumlah penderita ISPA di Kecamatan Bahodopi sepanjang Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh 52.454 kasus.
“Kasus tertinggi (ISPA) ada di Bahodopi. Daerah lain yang jauh dari kawasan industri rata-rata di bawah 10 ribu kasus,” ujar Prof. Ahlis Djirimu.
Data ini mengindikasikan adanya korelasi kuat antara polusi udara dan lingkungan yang dihasilkan oleh aktivitas industri dengan tingginya angka penyakit pernapasan di wilayah yang berdekatan dengan kawasan IMIP.
Ringkasan Data Kunci Kontroversi IMIP
Isu Utama: Keselamatan Kerja, Ketenagakerjaan, Kesehatan, dan Lingkungan
Keselamatan Kerja
Detail kasus:Kecelakaan K3 (Jan-Mei 2025) 8 Kasus, 7 Pekerja Meninggal, (sumber Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Ledakan Smelter PT ITSS Desember 202321 Meninggal, 38 Luka-luka (sumber Kepolisian/Publik).
Ketenagakerjaan
Detail kasus:Upah Pokok Buruh IMIP Rp3.000.000 – Rp3.100.000 (sumber RHI & Trend Asia September 2024), Upah Minimum Kabupaten (UMK) Morowali Rp3.236.848 (sumber Pemerintah Daerah).
Kesehatan
Detail kasus:Kasus ISPA di Bahodopi (Januari-Oktober 2025) 52.454 Kasus (sumber Prof. Moh Ahlis Djirimu Untad).
Lingkungan
Detail kasus: Banjir di Bahodopi (Akhir 2024) Ratusan Warga Mengungsi (sumber BPBD Sulteng).
Penutup
Rentetan insiden dan data yang terungkap menunjukkan bahwa pertumbuhan industri yang pesat di Morowali datang dengan biaya sosial dan lingkungan yang tinggi.
Polemik bandara privat hanyalah pintu masuk untuk melihat lebih dalam masalah-masalah mendasar yang memerlukan intervensi serius dari pemerintah pusat dan daerah, terutama dalam hal penegakan hukum, pengawasan K3, perlindungan buruh, dan mitigasi dampak lingkungan.














Komentar