Selain itu, Gubernur juga melihat peluang dari sektor hilirisasi nikel dan mendorong lahirnya payung hukum daerah agar pemerintah Sulteng dapat memaksimalkan manfaat dari aktivitas industri nikel.
“Saya berharap 2025 menjadi momentum kita untuk mencari PAD,” ujar Gubernur, seraya mengajak kolaborasi antara perangkat daerah dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mendukung upaya peningkatan PAD.
Langkah Tindak Lanjut dan Gerakan Berjamaah
Sebagai langkah tindak lanjut, Gubernur meminta perangkat daerah untuk melengkapi data terkait potensi PAD yang lebih akurat, yang akan dibahas lebih mendalam pada pertemuan berikutnya. Selain itu, Gubernur juga berencana mengumpulkan pelaku usaha dalam waktu dekat untuk membahas kontribusi mereka terhadap PAD Sulteng.
Di akhir rapat, Gubernur mengajak semua pihak untuk menggiatkan gerakan berjamaah dalam bingkai BERANI BERKAH.
“Dengan meningkatkan ibadah, saya yakin rezeki yang masih menggantung di langit maupun yang terkubur di dalam bumi dapat segera diturunkan dan dikeluarkan untuk kesejahteraan dan kemajuan Sulteng,” ujarnya.
Gubernur menegaskan bahwa usaha yang dilakukan harus selalu disertai dengan doa. “Insya Allah dengan berjamaah, semua akan dilancarkan,” tandasnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Gubernur optimis bahwa PAD akan menjadi jangkar stabilitas kapal pembangunan daerah dalam bingkai Nawacita BERANI, siap melaju tanpa goyah diterjang pusaran efisiensi anggaran tahun 2025.
Baca: Gubernur Sulteng Tegaskan Komitmen Akses Kesehatan untuk Semua Warga: Cukup dengan KTP Bisa Berobat














Komentar