Sinyalemen Kongkalikong Penerimaan Tenaga Fasilitator di Balai P2P Sulteng

Yang jelas kata dia, sistem ini tidak seperti pada kegiatan rekrutmen yang lain, pada saat selesai ujian online.

“Hasil itu langsung ketahuan berapa benar dan berapa salah,” ungkapnya.

Peserta lanjut Rudi dapat langsung mengetahui lolos tidaknya peserta, rekrutmen seperti ini yang patut dicontoh.

Ia berharap, ke depan rekrutmen benar-benar tranparansi.

“Ini sudah 2 kali dalam 2 tahun terakhir sangat sangat tidak profesional dalam melakukan rekrutmen,” tegas Rudi.

Ia mengaku keluhan ini bukan hanya dari dirinya seorang, tapi mewakili para peserta yang ikut tes.

Di mana ada ratusan orang peserta lainnya yang mengaku kecewa dengan sistem rekrutmen di Balai P2P.

“Sekitar 300 lebih teman-teman tidak lolos dengan metode seleksi ujian online yang tidak profesional,” katanya.

Rudi mengaku pernah menjadi koordinator sejak 2016-2018.

Kemudian tahun 2019 ia ditarik ke konsultan individu masih program yang sama BSPS.

Baca: BP2W Sulteng Diserang Kabalai ‘Melawan’, Kejati Didesak Usut Aroma Korupsinya

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar