Tak Mampu Sikat PETI Tombi? Copot Kapolres Parigi Moutong! Kapolda Diminta Mundur

Menanggapi lambatnya penegakan hukum dan maraknya pertambangan ilegal, Mastang bersama pengurus LS-ADI berencana menggelar aksi unjuk rasa.

Aksi tersebut tidak hanya dilakukan di Parigi Moutong, tetapi juga hingga ke Polda Sulawesi Tengah.

Mereka menuntut Kapolres Parigi Moutong dicopot dari jabatannya dan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Endi Sutendi, untuk mundur karena dinilai tidak mampu menuntaskan masalah krusial di daerah.

“Masalah PETI ini terlalu berlarut-larut di Sulawesi Tengah. Kami menduga ada oknum APH yang membekingi. Nama baik institusi Polri harus dijaga, jangan sampai terulang kejadian seperti di Tual yang membuat masyarakat meninggal,” tegas Mastang.

Ia juga mengingatkan bahwa ketidakmampuan dan ketidaktegasan Kapolda dalam mengatasi PETI di Sulteng dapat memakan korban jiwa lagi, mengingat sudah puluhan nyawa melayang akibat aktivitas ilegal ini, terutama di Parigi Moutong.

“Kapolda Sulteng kami harapkan serius menangani masalah PETI ini, tidak hanya sekadar ‘lip service’ belaka. Jika tidak mampu, sebaiknya mundur karena hanya merugikan masyarakat Sulteng dan tidak mematuhi amanat presiden untuk memberantas pertambangan ilegal,” tandasnya.

Baca: PETI Tomoli Selatan Ancaman Bencana dan Risiko Konflik Sosial? Polres Parigi Moutong Didesak Segera Tutup!

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Komentar