Habib Sadig mengingatkan jika kualitas timbunan badan jalan yang saat ini dikerja serampangan, maka ke depan ia meyakini tidak akan bertahan lama.
“Panggil dan evaluasi kotraktornya. Berikan teguran tegas, bila perlu bongkar kembali timbunannya jika tidak sesuai petunjuk teknis,” tegas tokoh Muda Alkhairaat ini.
Ia mengaku heran kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sigi, Henri yang terkesan mengabaikan kondisi pekerjaan tersebut.
Habib Sadig menyebutkan jika seorang Kepala Dinas sudah mengabaikan, maka patut diduga ada aroma tidak beres antara pihak CV. Gamma Dwintha Lasari dengan Kadis Hendri.
“Harusnya seorang kadis selaku pemegang otoritas kebijakan tegas terhadap kontraktor. Jangan diam, kalau diam, jangan salahkan jika publik curiga,” tandasnya.
Ia juga mendapat informasi bahwa sejak awal proses pengerjaan proyek tersebut diduga sudah tidak sesuai ketentuan petunjuk teknis.
Belum lagi katanya ada warga yang mengeluhkan soal debu jalan. Di mana debu jalan mengganggu aktivitas masyakat lantaran pihak kontraktor tidak melakulan penyiraman.
Diberitakan sebelumnya, kualitas timbunan pada proyek Rehabilitasi Jalan Desa Kalukubula senilai Rp1,9 miliar lebih patut dipertanyakan.
Di mana proyek yang bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sigi yang digarap oleh CV. Gamma Dwintha Lasari disinyalir kualitas matrial timbunannya tidak sesuai spesifikasi.
Berdasarkan pantauan dan investigasi tim media, kualitas timbunan LPB badan jalan Kalukubula terdapat batu dengan size besar. Ada pula kayu dalam tumpukan timbunan.
Baca: Proyek Rp 37, 41 Miliar Diduga Rugikan Negara, KRAK Lapor BP2W Sulteng ke Kejati









Komentar