Gubernur Anwar Hafid menghitung bahwa jika terdapat lima SPPG, dengan masing-masing melayani tiga ribu porsi per hari, kebutuhan bahan baku akan menjadi sangat besar.
Kalau ada lima SPPG, dikali tiga ribu porsi per hari, bahan bakunya dari mana kalau tidak disiapkan dari sekarang.
“Karena itu dibutuhkan sinergi pemerintah desa dan kelurahan untuk menghimbau masyarakat menyiapkan sumber bahan pokok,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid menekankan bahwa program MBG harus menjadi katalis untuk menghidupkan potensi ekonomi lokal.
“MBG ini tidak harus dari luar daerah, tetapi justru harus menghidupkan potensi dari dalam daerah Parigi Moutong,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid juga memberikan apresiasi khusus kepada Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase yang dinilai telah memiliki terobosan strategis dalam menyiapkan sumber bahan pangan lokal untuk mendukung keberlanjutan program ini. Dapur MBG SPPG NDR Loji ini dikelola oleh Yayasan Mombangu Tuvu Ntodea.
Diharapkan, peresmian ini tidak hanya berfokus pada dukungan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak utama ekonomi lokal dan UMKM di Kabupaten Parigi Moutong.








Komentar