gNews.co.id – Kegiatan Training of Trainer (ToT) dan Pelatihan Kader Nasional (PKN) Angkatan Pertama Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) resmi digelar.
ToT dan PKN ini mengangkat tema “Quo Vadis Alkhairaar? Menyiapkan Generasi Menguatkan Kaderisasi, dan Meneguhkan Khidmat Menuju Satu Abad serta Menyongsong Indonesia Emas 2045”.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Jamaludin Mariajang, di Asrama Haji, Kota Palu, Jumat (18/9/2026).
Ketua Panitia, Muhamad Syarif, mengatakan kegiatan ToT dan PKN tersebut diikuti sekitar 60 peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Sulawesi Tengah, di antaranya Kabupaten Sigi dan Parigi Moutong.
“Kami masih membatasi peserta, maksimal 50 sampai 60 peserta,” ujar Syarif dalam laporan panitia pelaksana.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan kader senior PP HPA dari berbagai daerah, seperti Ketua Komda Alkhairaat Sigi, ada yang sudah menjadi pejabat pemerintah, pula menjadi politisi yang kemudian menjadi anggota DPRD di daerahnya masing-masing.
Namun, kegiatan yang digelar organisasi kepemudaan di bawah naungan PB Alkhairaat itu tidak dihadiri sejumlah unsur pimpinan daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) yang telah diundang panitia, di antaranya Gubernur Sulteng Anwar Hafid dan Pangdam Palu Raya Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar.
Syarif mengatakan, pihaknya telah mengirimkan undangan kepada Gubernur Sulteng sebanyak dua kali.
“Pak Gubernur kami undang. Dua kali undangan masuk,” ungkapnya.
Sementara untuk Pangdam, undangan telah disampaikan melalui pihak Kodam. Namun, tidak ada pimpinan yang hadir dan hanya diwakili oleh unsur Koramil.
“Padahal konfirmasi di awal bilang siap hadir. Entah kenapa beliau (Pangdam) tidak datang. Kemudian hadir perwakilan Kapolda,” ungkap Syarif.
HPA Disebut Bangkit Kembali
Dalam sambutannya, Ketua PP HPA Ashar Yahya menegaskan bahwa pelaksanaan ToT dan PKN menjadi momentum untuk menata kembali kelembagaan HPA agar lebih terarah.
Menurut Ashar, dalam beberapa tahun terakhir HPA seolah-olah “tidur” dan tidak terdengar gaungnya sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan cukup besar di kawasan timur Indonesia.
“Kali ini, HPA sudah bangun dan akan bekerja menjalankan roda organisasi yang lebih agresif memberikan kontribusi,” ujar Ashar.
Ia mengatakan, ToT dan PKN juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kader-kader yang bersedia menjalankan organisasi serta memberikan kontribusi bagi Alkhairaat ke depan.
Ashar menambahkan, para peserta ToT dan PKN Angkatan Pertama nantinya akan dilibatkan dalam pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HPA.
“Peserta ToT dan PKN ini akan menjadi panitia inti Munas HPA mendatang,” tandasnya.
Sekjen PB Alkhairaat: Kader Harus Pahami Nilai Guru Tua
Sementara itu, Sekjen PB Alkhairaat Jamaludin Mariajang saat membuka kegiatan mengatakan pelaksanaan ToT dan PKN merupakan bagian dari perubahan dalam tubuh Alkhairaat, khususnya dalam membangun kader dan kelembagaan organisasi.
Ia menegaskan bahwa Alkhairaat saat ini telah memiliki badan hukum sebagai organisasi keagamaan tingkat nasional.
“Alkhairaat sudah berbadan hukum dan semua lembaga dan institusi di dalamnya. Tidak ada lagi yang perlu diragukan mengenai keberadaan lembaga ini,” ujar Jamaludin Mariajang.
Dia mengatakan, keberadaan Alkhairaat tidak dapat dipisahkan dari sosok pendirinya, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri atau yang lebih dikenal sebagai Guru Tua.
“Ketika kita menyebut Alkhairaat itu nyata. Alkhairaat adalah pendirinya, Sayyid Idrus bin Aljufri atau Guru Tua,” tandasnya.
Menurutnya, misi utama Guru Tua dalam mendirikan dan mengembangkan Alkhairaat adalah ilmu dan ketakwaan. Misi tersebut dijalankan melalui berbagai sumber daya yang dimiliki untuk kepentingan agama dan bangsa.
“Inilah Alkhairaat yang utuh. Guru Tua itulah fakta dan nyata Alkhairaat. Seluruh energi Guru Tua disumbangkan untuk Alkhairaat, agama, dan bangsa, mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW,” tutur Jamaludin.












Komentar