Lebih jauh, Wagub Reny menekankan bahwa esensi pembukaan PPDS ini adalah untuk menjawab tantangan kekurangan dokter spesialis di tingkat kabupaten/kota, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
“Kita ingin pemenuhan dokter spesialis ini benar-benar menjawab kebutuhan daerah, terutama di wilayah 3T. Tidak ada gunanya kita mendidik dokter spesialis jika setelah selesai mereka enggan kembali ke daerah. Komitmen pengabdian ini harus menjadi perhatian bersama dalam seleksi peserta,” tandasnya.
Wagub Reny menekankan bahwa seleksi tidak hanya berpatokan pada prestasi akademik, tetapi juga pada iktikad pengabdian di daerah asal.
Pembukaan PPDS FK Untad ini diharapkan menjadi tonggak sejarah kemandirian Sulteng dalam mencetak tenaga medis spesialis berkualitas, sekaligus wujud nyata pemerataan dan peningkatan layanan kesehatan hingga ke pelosok daerah.








Komentar