Mardia, warga lainnya, juga mengeluh lahan kecil di depan rumahnya ikut terkena gusuran.
“Lahan saya tak seberapa, tapi itu sumber penghidupan. Sudah lama kami menunggu penyelesaian,” katanya.
Pemerintah Daerah Belum Beri Tanggapan
Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kepala Dinas PUPR Sigi, Edy Dwi Saputro mengaku belum bisa memberikan keterangan.
“Saya masih di luar kota, nanti setelah kembali akan saya beri penjelasan,” katanya, Rabu (30/4/2025).
Proyek jalan lingkar Bora–Pandere sejatinya bertujuan mempercepat distribusi hasil pertanian dan membuka kawasan ekonomi baru. Namun, jika hak warga terus diabaikan, pembangunan justru meninggalkan masalah sosial yang berkepanjangan.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti tuntutan mereka agar tidak ada lagi ketidakadilan dalam pembangunan infrastruktur.












Komentar