Media sosial seperti menciptakan platform untuk ‘menyombongkan diri’. Di sana, beragam benda, peristiwa, dan kebahagiaan tampaknya saling bersaing.
Banyak orang yang membandingkan pengalaman mereka yang terbaik dan sempurna. Hal inilah yang mungkin akhirnya membuatmu bertanya-tanya dan berpikir apa yang kurang dari hidupmu.
Penelitian menemukan, anak remaja cenderung lebih sering menggunakan media sosial dan akhirnya mengalami FOMO.
Anak perempuan yang mengalami depresi cenderung lebih sering menggunakan media sosial. Sementara itu, pada anak laki-laki, kecemasan adalah penyebab dari seringnya menggunakan media sosial.
Hal ini membuktikan, penggunaan media sosial dapat memicu tingkat stres yang lebih tinggi akibat rasa takut ketinggalan.
Menurut sejumlah penelitian, F0MO juga dapat dialami oleh segala usia. Sebuah penelitian dalam jurnal Psychiatry Research menemukan, FOMO berhubungan dengan penggunaan media sosial. Namun, tidak berkaitan dengan usia atau jenis kelamin.
Dampak Buruk FOMO
Ada sejumlah dampak buruk dari fenomena Fear of Missing Out. Berikut ini beberapa di antaranya:
1. Menimbulkan Obsesi
Memantau media sosial secara terus-menerus, dapat membuat seseorang menjadi terobsesi untuk menciptakan citra dan selalu tampil sempurna di media sosial.
Nah, adanya obsesi ini dapat timbul karena kamu sering melihat isi media sosial orang lain yang dianggap menggambarkan kehidupan yang sempurna.
Baca : Mau Tahu Tingkatan Libido dan Faktor Pengaruhnya? Ada Ransangan Sensorik












![[Gambar 2] YouTube Shopping Affiliates Bantu Pengguna Belanja Gadget Impian di Tahun Baru dengan Lebih Mudah!](https://gnews.co.id/wp-content/uploads/2025/01/Gambar-2-YouTube-Shopping-Affiliates-Bantu-Pengguna-Belanja-Gadget-Impian-di-Tahun-Baru-dengan-Lebih-Mudah-300x178.jpg)

Komentar