gNews.co.id – Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM., AIFO, bersama Plt. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Safrudin Hinelo, S.STP., M.Si., melakukan peninjauan langsung ke Kantor PDAM Kabupaten Banggai di Kelurahan Soho pada Selasa, 8 Juli 2025.
Kunjungan ini dilaksanakan menyusul keputusan penonaktifan Direktur dan tiga Direksi PDAM, yang dilakukan berdasarkan laporan masyarakat, hasil audit pengawasan provinsi, serta evaluasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
“Langkah ini bukan semena-mena, tapi merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat dan hasil evaluasi BPKP. Banyak hal yang tidak sesuai ketentuan, dan ini harus dibenahi,” tegas Bupati Amirudin di hadapan jajaran PDAM.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati disambut oleh Plt. Direktur PDAM yang baru, Drs.H.Damri Dajanun, M.Si., beserta seluruh karyawan. Ia menyoroti kondisi keuangan PDAM yang dinilai nyaris kolaps karena ketidakseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, terutama dalam hal gaji dan biaya operasional.
Amirudin menginstruksikan agar seluruh jajaran fokus kembali pada pelayanan publik, menjunjung profesionalisme, serta menghindari praktik “titipan jabatan”.
“Kalau ada yang tidak sesuai aturan, rumahkan saja. Tidak pandang bulu. Ini perusahaan daerah, bukan milik pribadi atau kelompok,” tambahnya dengan tegas.
Sebagai langkah awal reformasi, Bupati menunjuk Damri Dajanun sebagai Plt. Direktur PDAM untuk menjalankan roda organisasi sementara waktu. Ia juga meminta agar struktur organisasi dievaluasi menyeluruh dan hanya mempertahankan pegawai yang benar-benar kompeten.
Tak hanya itu, Bupati mengungkapkan rencana strategis Pemkab Banggai untuk memperbaiki sistem pengelolaan air, termasuk pembangunan waduk dan pengolahan air bersih agar bisa langsung dikonsumsi tanpa harus dimasak. Ia juga menyampaikan wacana penerapan sistem pembayaran tagihan air berbasis 100% non-tunai demi mencegah potensi kecurangan.
Dalam sesi tanya jawab, seorang karyawan dari Kecamatan Luwuk Selatan menyoroti persoalan defisit air di wilayah Kilo 8. Bupati memastikan bahwa permasalahan distribusi akan masuk dalam agenda evaluasi sistem jaringan yang belum pernah diperbarui sejak PDAM berdiri.
“Air adalah kebutuhan dasar. Kalau perusahaan ini sehat, karyawan juga akan sejahtera. Kita akan lakukan perubahan besar-besaran mulai tahun ini,” pungkasnya.








Komentar