gNews.co.id – Bandara Mutiara Sis Aljufri, Palu, menjadi tempat pertemuan dua budaya sekaligus simbol persahabatan internasional. Gubernur Sulteng, Anwar Hafid secara langsung menyambut kedatangan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Tun Seri Setia Mohd Ali Rustam dalam kunjungan resmi ke Bumi Tadulako.
Kedatangan tamu kehormatan itu disambut dengan kemeriahan dan khidmat budaya khas Sulawesi Tengah (Sulteng).
Penyambutan dibuka dengan pertunjukan Tarian Peulu Cinde, sebuah tarian adat yang sarat makna penghormatan dan doa keselamatan bagi tamu agung.
Nuansa tradisional yang kental sejak detik pertama kedatangan mencerminkan kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Sulteng.
Puncak dari prosesi penyambutan adalah saat Gubernur Anwar Hafid secara langsung mengenakan Siga, penutup kepala tradisional khas Sulawesi Tengah, kepada Presiden DMDI.
Ritual adat ini merupakan simbol penghormatan tertinggi dan bentuk penerimaan penuh ke dalam tradisi lokal bagi tamu kehormatan.
Dalam pernyataannya, Gubernur Anwar Hafid menekankan makna strategis dari kunjungan ini.
“Penyambutan ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi penguat hubungan antara Sulteng dengan DMDI dalam membangun peradaban Islam dan kerja sama yang substantif,” katanya.
Gubernur Anwar Hafid juga menambahkan, penyambutan dengan budaya lokal merupakan cara memperkenalkan identitas daerah kepada dunia internasional.
Lebih lanjut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam memperkuat diplomasi budaya dan membuka peluang kolaborasi internasional yang lebih luas.
Baca: Pemprov Sulteng Tegas soal TKA, Gubernur Anwar Hafid: Kita tidak Main-main!








Komentar