Kementrian ESDM Didorong Survei Potensi Helium untuk KepentinganTeknonologi Abad 21 dan Kesehatan
gNews.co.id – Pengamat Sumber Daya Alam (SDA), Andika, mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk segera melakukan survei potensi helium di kawasan Sesar Palu-Koro dan Teluk Palu, Sulawesi Tengah.
Langkah ini dinilai krusial mengingat helium kini menjadi salah satu komoditas strategis abad ke-21 yang sangat dibutuhkan oleh berbagai industri teknologi tinggi.
Menurut Andika, permintaan helium dunia terus melonjak seiring penggunaannya dalam industri semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), komputasi kuantum, teknologi ruang angkasa, kriogenik, hingga peralatan medis.
Namun, Indonesia selama ini masih terfokus pada eksplorasi nikel, tembaga, emas, dan migas, tanpa memetakan potensi sumber daya helium yang ada.
“Indonesia selama ini fokus pada eksplorasi nikel, tembaga, emas, dan migas. Padahal, dunia sedang memasuki era ketika helium menjadi komoditas yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi. Sudah saatnya Indonesia mulai memetakan potensi sumber daya tersebut,” ujar Andika, Sabtu (1/8/2026).
Secara geologis, Sesar Palu-Koro merupakan salah satu sistem sesar aktif terbesar di Indonesia yang berpotensi menjadi jalur migrasi fluida dan gas dari kedalaman bumi.
Berbagai penelitian geologi internasional menunjukkan bahwa sistem sesar aktif dapat menjadi jalur migrasi gas mulia, termasuk helium, sehingga kawasan ini layak menjadi objek penelitian lebih lanjut.
Meskipun sejumlah penelitian terdahulu telah mengidentifikasi adanya migrasi gas di sepanjang sistem Sesar Palu-Koro termasuk penelitian anomali gas radon sebagai bagian dari kajian prekursor gempa temuan tersebut belum membuktikan keberadaan helium secara komersial.
Akan tetapi, hal itu menjadi petunjuk ilmiah bahwa sistem geologi di kawasan tersebut memiliki karakteristik yang layak diteliti lebih lanjut melalui survei khusus helium.
Hingga saat ini memang belum terdapat publikasi ilmiah yang membuktikan adanya cadangan helium komersial di kawasan Sesar Palu-Koro maupun Teluk Palu.
“Karena itu, yang kami dorong bukanlah spekulasi, melainkan penelitian berbasis data agar Indonesia memiliki kepastian ilmiah mengenai potensi sumber daya tersebut,” tandasnya.
Andika mengusulkan agar ESDM melalui Badan Geologi bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), perguruan tinggi, dan mitra internasional untuk melaksanakan survei geologi, geokimia, dan geofisika secara bertahap.
Tahapan tersebut meliputi pemetaan geologi rinci, pengukuran gas tanah, analisis isotop helium, pemetaan manifestasi gas alami, hingga pengeboran eksplorasi apabila hasil survei awal menunjukkan indikasi yang menjanjikan.








Komentar