gNews.co.id,– Perjalanan panjang yang ditempuh wartawan dari Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, hingga Provinsi Jambi akhirnya terbayar. Sebanyak 27 wartawan yang mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Kabupaten Parigi Moutong dinyatakan kompeten.
Pengumuman tersebut disampaikan dalam acara penutupan UKW di Homestay, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Rabu (4/11/2026).
Suasana penutupan berlangsung penuh keakraban sekaligus haru. Para peserta yang selama dua hari mengikuti rangkaian pengujian akhirnya menerima hasil perjuangan mereka.
UKW kali ini diikuti wartawan dari sejumlah daerah, termasuk Palu dan Kabupaten Parigi Moutong sebagai tuan rumah. Menariknya, empat peserta berasal dari luar daerah, di antaranya Provinsi Jambi dan Kabupaten Banggai.
Jarak perjalanan yang tidak dekat tidak menyurutkan semangat mereka untuk mengikuti pengujian. Kehadiran peserta lintas daerah tersebut sekaligus memperlihatkan keseriusan insan pers dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme jurnalistik.
Ketua Dewan Pembina PWI Provinsi Sulawesi Tengah, Mahmud Matangara, SH., MH., saat mengumumkan hasil pengujian menyampaikan bahwa seluruh 27 peserta dinyatakan lulus atau kompeten pada jenjang Wartawan Muda, Madya, dan Utama.
Dalam sambutannya, Mahmud memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti UKW hingga selesai.
Ia menegaskan, kompetensi wartawan tidak hanya diukur dari kemampuan menulis berita, tetapi juga pemahaman terhadap kaidah jurnalistik, integritas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Direktur Lembaga UKW Dewan Pers Pusat, Dr. Aat Surya Safaat, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil memperoleh predikat kompeten.
Ia mengingatkan bahwa kelulusan UKW bukan alasan untuk berhenti belajar. Kemampuan menulis, memperluas wawasan, dan mempertajam pola pikir harus terus dikembangkan.
Menurutnya, wartawan dituntut mampu menghasilkan karya jurnalistik yang bernilai, informatif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aat juga menekankan pentingnya menjaga etika, penampilan, dan sikap profesional ketika menjalankan tugas. Wartawan harus mampu menempatkan diri dengan baik saat berhadapan dengan narasumber maupun lingkungan masyarakat.
Selain itu, ia mendorong para peserta agar berani menyampaikan gagasan, aktif dalam forum diskusi, serta membangun jejaring profesional untuk mendukung perkembangan karier jurnalistik.
Momen penutupan semakin menyentuh ketika sejumlah peserta diberikan kesempatan menyampaikan pengalaman selama mengikuti UKW.
Zahara, salah seorang peserta, menyampaikan terima kasih kepada panitia, penguji, dan seluruh peserta yang telah bersama-sama melewati proses pengujian.
Ia menceritakan pengalamannya selama satu tahun menekuni dunia jurnalistik. Berbekal latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, dirinya memilih profesi wartawan karena ingin memperoleh pengalaman, bertemu banyak orang, dan memperluas wawasan melalui berbagai peristiwa.
Suasana haru juga terasa ketika Rizky Hidayatullah, peserta jenjang Madya, menyampaikan testimoni dengan mata berkaca-kaca.
Dengan suara penuh rasa syukur, ia mengungkapkan apresiasi kepada para penguji yang telah memberikan bimbingan selama proses UKW.
Baginya, air mata yang jatuh bukanlah tanda kelemahan, melainkan ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan, perjuangan, dan ilmu yang diperoleh selama mengikuti pengujian.
Rizky berharap seluruh materi yang diberikan penguji dapat diterapkan dalam pekerjaan jurnalistik sehari-hari, sehingga mampu menghasilkan pemberitaan yang semakin berkualitas.
Ia juga memberikan apresiasi kepada peserta dari luar daerah, khususnya wartawan Banggai dan Jambi yang telah menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti UKW di Parigi Moutong.
Sementara itu, Hendra, peserta jenjang Utama asal Provinsi Jambi, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam UKW merupakan bagian dari upaya memperoleh pengakuan kompetensi sekaligus memperkuat landasan profesional dalam menjalankan tugas sebagai wartawan.
Rangkaian penutupan dipandu Israwati, peserta jenjang Madya yang merupakan putri daerah Parigi Moutong.
Pertemuan wartawan dari berbagai daerah dalam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pengujian kompetensi, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan antarsesama insan pers.
Dinyatakannya 27 wartawan kompeten menjadi capaian tersendiri dalam pelaksanaan UKW di Parigi Moutong.
Namun, predikat kompeten bukanlah akhir dari perjalanan seorang wartawan. Justru, hasil tersebut menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga profesionalisme, melakukan verifikasi, mematuhi Kode Etik Jurnalistik, serta menyajikan informasi yang akurat dan berimbang.
Perjuangan peserta dari Banggai hingga Jambi menjadi gambaran bahwa peningkatan kualitas profesi membutuhkan kemauan, pengorbanan, dan semangat belajar.
Dari Parigi Moutong, para wartawan kembali ke daerah masing-masing dengan membawa pengalaman, pengetahuan, serta tanggung jawab baru untuk menghadirkan karya jurnalistik yang lebih berkualitas bagi masyarakat.(DQ74).
#UKWPWI2026 #UKWParigiMoutong #PWI #WartawanKompeten #PWIBanggai #PWIJambi #DewanPers #ProfesionalismeWartawan #JurnalismeBerkualitas #PersIndonesia #gNewscoid








Komentar