Air di Lambunu Dulu Jernih Sekarang Keruh, Diduga Akibat PETI, Petani: Kami Terganggu Tanaman tak Subur

Ia mengingatkan, kondisi serupa pernah terjadi pada 2015, ketika kualitas air memburuk dan berdampak pada penurunan hasil panen.

“Kalau dibiarkan, ini bisa terulang dan merugikan kami,” tambah Arya. 

Tanaman Kerdil, Petani Minta Tambang Ilegal Ditindak

Tofan, petani di PD Satu Kanan, mengeluhkan tanaman padinya yang menjadi kerdil dan tidak subur akibat air keruh.

“Kami terganggu sekali. Tanaman itu jadi nggak subur. Maunya ya air itu jernih. Kalau tambang di atas masih jalan terus, kami harap dihentikan,” katanya. 

Ia mengakui bahwa petugas irigasi telah bekerja dengan baik, tetapi sumber masalah berasal dari hulu yang diduga tercemar aktivitas pertambangan. 

Diduga 10 Alat Berat Masih Beroperasi

Informasi yang dihimpun media menyebutkan, sekitar 10 alat berat masih beroperasi di sejumlah titik, termasuk Duyung, Panta Kapal, Gurintang, Cabang 2, Watalemo, dan Kuala Raja.

Alat-alat berat tersebut diduga menjadi penyebab utama keruhnya air bendungan yang dialirkan ke sawah-sawah petani. 

Para petani mendesak pihak berwenang untuk segera menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut. Mereka berharap air irigasi bisa kembali jernih agar pertanian berjalan optimal, sejalan dengan program swasembada pangan pemerintah.

Baca: Kapolda Sulteng Fokus Tangani Pemburu Rente di PETI Lambunu: Pentingnya Menghentikan Aktivitas Tambang Ilegal

Komentar

News Feed