gNews.co.id – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di tiga kecamatan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), kembali menjadi sorotan.
Anggota Dewan Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Dedi Askary mendesak Gubernur Sulteng, Anwar Hafid untuk segera mengambil langkah tegas guna menghentikan praktik ilegal tersebut.
Lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas PETI meliputi Desa Karya Mandiri di Kecamatan Lambunu, wilayah Taopa Utara, Gio Barat, tepatnya di hulu Sungai Taopa, serta Desa Lobu di Kecamatan Moutong.
Maraknya aktivitas ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan dan sosial yang parah jika tidak segera ditangani.
“Harapan masyarakat, gubernur bisa menghentikan aktivitas ilegal ini karena sangat merugikan lingkungan dan masa depan daerah,” tegas Dedi Askari dalam keterangannya, Selasa (2/12/2024) malam.
Dampak Kerusakan yang Mengancam
Menurut mantan Deputi Direktur WALHI Sulteng dan pendiri LPS-HAM Sulteng ini, praktik PETI telah menyebabkan degradasi lingkungan yang serius, termasuk kerusakan ekosistem hutan, perubahan bentang alam, dan pencemaran sungai.
Ia mengingatkan bahwa pembiaran aktivitas ini dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
“Apakah harus menunggu bencana baru kita sadar? Lihatlah apa yang terjadi di Sumatera. Ini harus dicegah sejak dini,” ujar Dedi.
Ia memaparkan sejumlah dampak negatif jika PETI terus dibiarkan:
1. Kerusakan Lingkungan Akibat: Deforestasi, pencemaran air merkuri, dan hilangnya keanekaragaman hayati.
2. Kerugian Ekonomi Negara: Hilangnya potensi pendapatan negara dari pajak dan royalti.
3. Konflik Sosial: Potensi gesekan antarwarga, serta antara penambang ilegal dengan pemilik lahan.
4. Pelemahan Hukum: Menurunnya kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum (APH).
Seruan untuk Tindakan Nyata dan Koordinasi
Dedi Askary mendorong Pemerintah Provinsi bersama seluruh jajaran penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah konkret, di antaranya:
Baca: Tengara PETI Taopa Marak Lagi, Mengapa RF Cs tak Kena Operasi?






Komentar