Anwar Hafid Dinilai Kurang Peka Terhadap Infrastruktur Pendidikan di Sulteng

Pada kesempatan itu, Habib Sadig menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis dan aktivis anti korupsi di Sulteng yang telah memperhatikan kasus tersebut.

“Kita harus berterima kasih kepada kawan-kawan jurnalis yang sudah menginvestigasi dan mengungkap kasus ini kepada publik. Begitu juga kepada KRAK Sulteng yang sudah mengajukan tuntutan ke Kejaksaan. Sekarang, mari kita kawal agar kasus ini tuntas,” pungkasnya.

Di mata Habib Sadig, keterlibatan masyarakat sipil sangat penting untuk memastikan kebijakan pemerintah di daerah dikelola dengan penuh integritas serta berpihak pada rakyat.

Ia juga berencana akan berkoordinasi dengan sejumlah elemen, termasuk pihak pemerhati korupsi untuk melakukan aksi unjuk rasa ihwal dugaan penyimpangan anggaran puluhan miliar tersebut.

Sementara, Kepala BP2W Sulteng, Sahabudin yang dikonfirmasi via kontak WatsApp, Jumat (14/10/2022) menegaskan tak ada indikasi korupsi pada pembangunan 18 sekolah seperti yang dilaporkan oleh KRAK Sulteng.

“Insya Allah tidak ada korupsi bapak, di situ (pembangunan 19 sekolah),” jelas Sahabudin.

Berikuta daftar sekolah yang sudah dibangun dan belum ada bangunannya:

MTs Alkhairaat Bobo, MTs Alhasanaat Kaleke, MTs Alkhairaat Balamoa, MIS Alkhairaat Bangga, MTs Nidatul Khairaat Pombewe, SD Islam Terpadu Insan Gemilang (belum ada bangunannya), RA Darul Iman, SD Inpres Buluri, SD Swasta Al Akbar, MTsS Walisongo Palu, SD Islam Iqra Petobo, SDN 1 Petobo, SDN 2 Petobo, SDN Inpres Petobo Kota Palu, SMKS Justitia Palu, TK Annisaul Khairaat, TK KT Bamba, TK Nosarara dan MTsN 3 Kota Palu. BB

Baca: Diduga Mangkrak, APH Terkesan Mandul Periksa Kepala BP2W soal Sekolah Rp 37, 41 Miliar

Komentar