gNews.co.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menerima audiensi Pengurus Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulteng di ruang kerjanya, Selasa (2/9/2025).
Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi tetapi juga membahas agenda strategis, yakni persiapan Musyawarah Daerah (Musda) BMA.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi dan kebahagiaannya atas terjalinnya komunikasi yang erat antara Pemerintah Provinsi dan BMA.
Ia menegaskan komitmen kuat pemerintahannya untuk menguatkan lembaga adat, yang telah menjadi bagian integral dari visi-misi BERANI, khususnya pada pilar Berani Berkah.
“Program Berani Berkah menekankan pada nilai-nilai religius dan kearifan lokal. Oleh karena itu, lembaga adat harus menjadi salah satu pilar utama pembangunan daerah. Saya yakin BMA memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur tersebut,” tegas Anwar Hafid.
Gubernur Anwar Hafid juga menyitasi tesis akademik yang pernah ditulisnya, yang memperkuat keyakinannya bahwa kepemimpinan yang efektif bertumpu pada dua fondasi, kebersamaan (berjamaah) yang dilandasi nilai religius, dan kekuatan yang bersumber dari kearifan lokal.
Lebih lanjut, Anwar Hafid menyoroti praktik-praktik hukum adat yang masih hidup dan relevan di masyarakat.
Ia memberi contoh, beberapa tindak pidana ringan dan persoalan lingkungan di sejumlah wilayah masih diselesaikan secara adat dengan efektif, tanpa harus melalui proses hukum formal.
“Praktik baik seperti penyelesaian konflik dan pengaturan penebangan kayu berdasarkan keputusan adat patut kita hidupkan. Hal ini membuktikan adat dapat menjadi kekuatan moral dan sosial yang nyata dalam masyarakat,” ujar Gubernur Anwar Hafid.
Guna mendukung hal tersebut, Gubernur menekankan pentingnya memperkuat kelembagaan adat dengan simbol, struktur, dan legitimasi yang jelas.
Baca: Gubernur Sulteng Sambut Kehadiran Kodam XXIII/PW: Pacu Sinergi untuk Keamanan dan Pembangunan








Komentar