Kondisi ini dinilainya sebagai tantangan besar untuk mewujudkan cita-cita Generasi Emas Indonesia 2045.
“Indonesia Emas yang kita cita-citakan itu akan mustahil dengan durasi pendidikan 9 tahun itu,” ungkapnya.
Melalui “Berani Cerdas”, Pemprov Sulteng secara resmi mengambil alih tanggung jawab pembiayaan pendidikan tinggi generasi mudanya. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan mengeliminasi hambatan finansial yang selama ini kerap memutuskan rantai pendidikan.
“Orangtua kalau mau bantu anaknya bantulah yang lain, biar masalah biaya pendidikan ini ditanggung oleh pemerintah provinsi,” pungkas Anwar dengan optimisme tinggi.
Program BERANI Cerdas tidak hanya diproyeksikan untuk menaikkan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga untuk menempatkan Sulteng sebagai salah satu kontributor utama SDM maju bagi bangsa, sekaligus menjadi pelopor kebijakan pendidikan berani yang patut dicontah daerah lain.














Komentar