gNews.co.id – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) resmi menggelar Uji Publik Naskah Akademik Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM) Kabupaten Banggai Tahun 2025.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (8/12/2025) di Hotel Swiss-Belinn Luwuk, Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan.
Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai, Moh. Ramli Tongko, mewakili Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, MM. Hadir pula Kepala Dinas DPMPTSP Drs. Yunus Lemba Kurapa, Kabid Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal Cipta Antar Nusa, S.Hut, lima orang narasumber dalam satu tim ahli dari berbagai disiplin ilmu, unsur Forkopimda, perwakilan OPD, tokoh masyarakat, serta para pelaku usaha.
Dalam sambutan yang membacakan arahan Bupati Banggai, Sekda Ramli menegaskan bahwa penyusunan RUPM merupakan dokumen strategis jangka panjang yang menjadi pedoman daerah untuk memperkuat iklim investasi di Kabupaten Banggai.
“RUPM bukan sekadar dokumen administratif, tetapi peta jalan pembangunan ekonomi daerah.
Dokumen ini menentukan arah investasi, kualitas pertumbuhan, serta distribusi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Sekda.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Banggai telah menetapkan RPJPD 2025–2045 dan RPJMD 2025–2029, sehingga RUPM menjadi instrumen turunan yang sangat menentukan keberhasilan visi pembangunan jangka panjang.
Pemerintah daerah, kata Sekda, terus memperkuat ekosistem investasi melalui penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas layanan publik, pembangunan infrastruktur, serta jaminan kepastian hukum bagi pelaku usaha.
“Keberhasilan investasi juga ditentukan kolaborasi semua pihak. Setiap gagasan sangat berarti bagi kemajuan Banggai,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik RUPM, Dr. Nur Edy, Ph.D, menekankan bahwa dokumen RUPM disusun berbasis data agar setiap kebijakan investasi benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Perencanaan yang tidak berbasis data hanya akan lahir dari keinginan, bukan kebutuhan. RUPM memetakan peluang investasi, rantai nilai, risiko, dan sektor prioritas yang relevan dengan potensi Banggai,” jelasnya.
Tim ahli dalam kegiatan tersebut juga memaparkan kompetensi masing-masing, mulai dari ekonomi sumber daya, spasial dan tata ruang, pengembangan industri termasuk hilirisasi kelapa, kesejahteraan sosial, hingga perencanaan pembangunan daerah.
Mereka menekankan pentingnya mengadopsi praktik terbaik dari berbagai daerah maupun negara lain, namun tetap disesuaikan dengan karakter lokal Banggai agar implementasinya efektif.( AM’oks69 )






Komentar