gNews.co.id – Lagi-lagi proyek SPAM Pasigala milik BP2W Sulteng menuai sorotan tajam, lantaran material yang dipakai tanah bercampur ranting kayu dan akar pohon.
Paket proyek ini bernama Pembangunan Pipa Distribusi Air dan Sambungan Rumah Zona 3 dan Zona 4 di Kota Palu.
Paket tersebut berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang melekat pada Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Balai Prasarana Permukiman (BP2W) Provinsi Sulteng.
Tak main-main anggaran yang digelontorkan, yakni dengan nilai kontrak Rp155 lebih.
Wajar jadi sorotan, karena pelaksanaan galian dan perbaikan bahu Jalan Provinsi di ruas Biromaru-Karanjalemba akibat proyek galian pipa Penyediaan Sistem Air Minum (SPAM) Palu, Sigi, dan Donggala (PASIGALA) terkesan serampangan.
Pasalnya, material Lapis Pondasi Agregat Kelas S (LPS) sebagai pengganti galian pipa SPAM Pasigala yang digunakan di sepanjang jalan Provinsi Ruas Biromaru – Karanjalemba tidak sesuai spesifikasi.
Proyek tersebut digarap oleh BUMN PT Pembangunan Perumahan (PP) Persero Tbk yang beralamat di Jalan TB Simatupang No 57 Pasar Rebo-Jakarta Timur.
Sorotan ini cukup beralasan, sebab selain diduga menggunakan material bekas galian pipa dari Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru Kabupaten Sigi.
Selain itu, pihak pelaksana diduga tidak mengikuti pedoman penggunaan material untuk bahu jalan lapis pondasi agregat Kelas S (LPS).
Adalah, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jaman Sulteng, Moh Rifaldi mengemukakan pelaksanaan pekerjaan perbaikan bahu jalan ruas Biromaru-Karanjalemba itu ditemukan sejumlah kejanggalan.
Baca: Anggaran Ratusan Miliar, Material Timbunan Proyek BP2W Disorot








Komentar