gNews.co.id,- Mari Cintai Banggai Berbudaya Koordinator SATUPENA Provinsi Sulawesi Tengah, Rastono Sumardi, mengajak para penulis, sastrawan, budayawan, seniman, jurnalis, serta kreator konten kreatif di Sulawesi Tengah untuk bergabung menjadi anggota SATUPENA (Perkumpulan Penulis Indonesia).
Menurut Rastono, SATUPENA merupakan wadah yang tepat bagi para pegiat literasi untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, serta membangun kolaborasi dalam mengembangkan dunia kepenulisan, sastra, seni, budaya, dan ekonomi kreatif, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Rastono dikenal sebagai sosok yang memiliki kecintaan besar terhadap dunia seni dan sastra.
Bakat tersebut, menurutnya, telah tumbuh sejak kecil karena diwarisi dari sang ayah yang juga memiliki jiwa seni.
Meski kiprahnya banyak mendapat apresiasi di berbagai daerah bahkan dikenal luas melalui jejaring media dan komunitas literasi, ia menegaskan bahwa kecintaannya terhadap Kabupaten Banggai tidak pernah luntur.
Banggai adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Di mana pun berkarya dan mendapat pengakuan, kecintaan kepada daerah ini akan selalu menjadi semangat untuk terus berbuat,” ungkap Rastono.
SATUPENA sendiri merupakan organisasi profesi penulis Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Denny JA, Ph.D. Organisasi ini bertujuan memperkuat ekosistem literasi nasional melalui pengembangan sastra, seni, budaya, serta mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, setiap anggota yang bergabung akan memperoleh Kartu Tanda Anggota (KTA) SATUPENA sebagai identitas resmi keanggotaan dan dapat mengikuti berbagai program, pelatihan, diskusi, hingga kegiatan literasi yang diselenggarakan organisasi.
Sebagai informasi, Kongres SATUPENA akan digelar pada 13 Agustus 2026 di Jakarta dan dapat diikuti secara virtual oleh seluruh anggota dari berbagai daerah di Indonesia.
Rastono berharap semakin banyak insan literasi di Sulawesi Tengah yang bergabung dalam SATUPENA agar dapat bersama-sama memajukan dunia sastra, seni, budaya, dan literasi Indonesia, sekaligus mengharumkan nama daerah melalui karya-karya yang berkualitas.(DQ74)













Komentar