Langkah konkret lanjut Dia, seperti membangun klinik kesehatan gratis dan memberi sanksi kepada perusahaan tambang yang tidak tertib dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).
Ke depan, menurut Arman selain debu, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memastikan mata air di sekitar tambang Galian C tetap terjaga dengan baik.
Sementara, Ketua Solidaritas Perempuan (SP) Palu, Fitri S. Pairunan menegaskan ambisi pembangunan IKN yang menjadikan Sulteng sebagai salah satu daerah penyangga untuk kebutuhan material.
Kebutuhan pembangunan itu dengan berwatak patriaki dan karakter ekstraktif melakukan mengeksploitasi sumber- sumber kehidupan perempuan di Buluri.
“Mengorbankan kepentingan hidup perempuan dan menghancurkan kearifan, tradisi, dan budaya perempuan,” tandas Fitri.
Aktivitas perusahaan Galian C, juga menghilangkan sumber ekonomi perempuan sebagai pemecah batu. Kini aktivitas tersebut telah dirampas oleh teknologi-teknologi dan sistem dari perusahan yang meminggirkan kaum perempuan.
Dalam situasi lainnya, sambung Fitri bahwa aktivitas pertambangan sangat berdampak pada kesehatan perempuan, anak, balita, dan lansia yang harus menghirup debu setiap hari.
Kesehatan reproduksi perempuan terancam akibat tercemarnya sumber air masyarakat dari aktivitas pertambangan.
Hal yang tidak terlihat adalah pengabaian nilai pengetahuan dan pengalaman, serta posisi perempuan dalam mengolah dan menjaga alamnya melalui berbagai tradisi upacara-upacara adat.
“Termaksud peran dalam pengelolaan pangan dan pengetahuan pengobatan,” ungkapnya.









Komentar