Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Karantina serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tidak ada hambatan birokrasi.
“Saya sudah berbicara dengan Kepala Badan Karantina dan seluruh stakeholder. Tidak boleh ada yang mempersulit perizinan apa pun, karena ini adalah lokomotif baru Sulawesi Tengah,” tandasnya.
Pelepasan ekspor ini turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Lamadjido; Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara; serta Kepala Badan Karantina, Sahat Manaor Panggabean. Kehadiran para pejabat pusat tersebut menandakan dukungan penuh dari tingkat pusat hingga daerah terhadap kebangkitan sektor pertanian di Bumi Tadulako.
Durian, Lokomotif Baru Ekonomi Sulteng
Dengan nilai ekspor mencapai Rp42,5 miliar untuk 459 ton durian, komoditas ini menunjukkan potensi luar biasa sebagai penggerak ekonomi baru.
Pemerintah optimistis momentum ini akan membuka peluang lebih luas bagi petani lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ke depan, Sulawesi Tengah tidak hanya akan dikenal karena hasil buminya dari perut bumi, tetapi juga karena kekayaan buahnya yang mendunia. Anwar Hafid menegaskan komitmennya untuk terus mengawal transformasi ini.
“Kita ingin ke depan, Sulteng Nambaso Sulawesi Tengah lebih dikenal dengan durian, kelapa, dan hasil pertanian lainnya,” tandasnya.
Gubernur Anwar Hafid juga memuji upaya Ketua Apdurin, Hengkt Indrus dan Ketua Kadin Kabupaten Parigi Moutong yang mendukung program BERANI Panen Raya melalui ekspor durian ke Tiongkok.
Menurutnya keduanya adalah mitra pemerintah yang strategis berbagai hal yang berkaitan dengan durian, khususnya pada pelaksanaan kegiatan ekspor durian ke Tiongkok.














Komentar