Kecelakaan pada Kamis dan Selasa lalu hanyalah dua titik terbaru dalam rentetan panjang insiden yang terjadi di kawasan tambang ilegal yang beroperasi di dalam wilayah Kontrak Karya PT Citra Palu Minerals (CPM).
Ironisnya, diyakini masih banyak insiden lain yang tidak pernah dilaporkan. Medan yang tertutup dan aktivitas ilegal yang berjalan sembunyian membuat fakta kerap terperangkap di balik rimbun pepohonan dan batuan terjal.
Tuntutan Menggema: Negara Harus Hadir
Rentetan tragedi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum dan pemerintah.
Publik meminta negara hadir bukan hanya untuk menertibkan aktivitas PETI, tetapi juga memberikan jalan hidup yang lebih aman bagi para sopir dan pekerja tambang kecil yang selama ini bekerja di pinggir maut.
Poboya mungkin menyimpan emas, tetapi nyawa manusia jauh lebih berharga. Selama aktivitas ilegal terus beroperasi tanpa pengawasan, elegi warga dan para sopir dump truck akan terus terdengar lirih, pilu, dan belum tentu menjadi yang terakhir.
Penulis merupakan Pemimpin Redaksi gNews.co.id yang sudah mendapatkan sertifikat UKW Utama lewat uji kompetensi








Komentar