• Keuntungan Mengalir ke Investor Asing, Kerusakan Ditanggung Rakyat
Sebagai investor asing, Macmahon hanya berfokus pada peningkatan produksi emas dan memaksimalkan keuntungan bagi pemegang sahamnya di luar negeri. Sementara itu, masyarakat sekitar justru harus menanggung dampak negatifnya, mulai dari pencemaran lingkungan hingga ancaman bencana.
Dampak Langsung Tambang Bawah Tanah terhadap Sungai Pondo
Keberadaan tambang bawah tanah akan memengaruhi sistem air tanah dan aliran sungai secara drastis dengan beberapa dampak utama, di antaranya:
• Penurunan Debit dan Hilangnya Mata Air
Aktivitas pertambangan akan menyedot air tanah dalam jumlah besar, yang dapat menyebabkan penurunan debit Sungai Pondo dan hilangnya sumber air bagi masyarakat serta pertanian.
• Peningkatan Risiko Pencemaran Air
Tambang bawah tanah berpotensi mencemari air tanah dengan logam berat dan sianida yang dapat merembes ke Sungai Pondo. Jika ini terjadi, kualitas air akan tercemar secara permanen dan membahayakan kehidupan warga serta ekosistem perairan.
• Perubahan Alur Sungai dan Risiko Longsor
Eksploitasi tambang dapat mengubah pola aliran bawah tanah, yang berisiko menyebabkan perubahan aliran Sungai Pondo, longsor, sedimentasi berlebihan, dan gangguan besar terhadap ekosistem akuatik.
Tuntutan Front Pemuda Kaili: Hentikan Pemaksaan Tambang Bawah Tanah!
Melihat besarnya ancaman yang ditimbulkan oleh tambang bawah tanah ini, Front Pemuda Kaili mengajukan empat tuntutan utama:
• PT CPM dan Macmahon segera menghentikan rencana eksploitasi tambang bawah tanah yang mengancam lingkungan dan keselamatan warga.
• Dilakukan kajian teknis independen mengenai dampak pertambangan terhadap hidrogeologi, sesar Palu Koro, dan stabilitas tanah di kawasan Poboya.
• Pemerintah daerah dan pusat meninjau kembali izin pertambangan PT CPM, dengan mempertimbangkan risiko bencana dan dampak jangka panjang terhadap masyarakat.
• Transparansi penuh dalam pelaporan dampak lingkungan, terutama terkait pencemaran Sungai Pondo dan risiko amblesan akibat aktivitas pertambangan.
Ketua Front Pemuda Kaili, Erwin Lamporo, menegaskan bahwa jika tuntutan ini tidak dipenuhi, pihaknya siap menggalang aksi besar-besaran untuk menyelamatkan lingkungan dan masa depan warga Palu dari eksploitasi tambang yang tidak bertanggung jawab.
“Kami tidak akan tinggal diam jika tanah kami dirusak demi keuntungan segelintir pihak. Jika mereka tetap memaksakan tambang bawah tanah ini, kami siap turun ke jalan!” tegas Erwin.
Dengan ancaman lingkungan yang semakin nyata, masyarakat kini menanti langkah tegas dari pemerintah dan pihak terkait untuk memastikan eksploitasi tambang di Poboya tidak menjadi bencana bagi warga Palu.
Sementara Rully Hadju, salah seorang tokoh pemuda Sulteng mengingatkan jangan sampai aktivitas di tambang Poboya sama dengan yang terjadi seperti di Minamata Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
“Contoh dengan kasus mina mata di Teluk Buyat Manado, akan ada ancaman terhadap air bawa tanah” tegas Rully Hadju.
Baca: PT CPM Bantah Buang Limbah ke Sungai, Amran: Pengelolaan Limbah Menerapkan Sistem Close Circuit












Komentar