Gelisa Menuju Pelantikan Bupati Amirudin Tegaskan Evaluasi Ketat Kinerja OPD ASN Camat Lurah hingga Kades

gnews.co.id,- Menjelang pelantikan pejabat daerah yang tinggal menghitung hari, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M. bersama Wakil Bupati Banggai Drs. H. Furqanuddin, M.M. dan Sekretaris Daerah Moh. Ramli Tongko mulai mempertegas arah pemerintahan dengan menekankan disiplin dan kinerja aparatur di semua lini.

Ketegasan Bupati Banggai dalam mengingatkan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga kepala desa bukan sekadar pernyataan normatif, melainkan sinyal kuat bahwa disiplin dan profesionalitas aparatur menjadi perhatian utama pimpinan daerah.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati secara terbuka menegaskan pentingnya disiplin kerja, keseriusan menjalankan program, serta keberanian melakukan evaluasi kinerja.

Pesan tersebut menjadi alarm dini, khususnya bagi OPD dan pimpinan wilayah yang masih bekerja setengah hati atau sekadar menggugurkan kewajiban administrasi.

Disiplin yang ditekankan tidak hanya menyangkut kehadiran pegawai, tetapi juga mencakup kebersihan lingkungan kantor, ketertiban absensi, ketaatan berpakaian dinas, kepatuhan terhadap jam kerja dan jam istirahat, serta keberadaan aparatur di kantor selama jam pelayanan.

Jika hal-hal mendasar ini ditegakkan secara konsisten, maka program strategis Bupati Banggai menuju Gerbang Timur diyakini dapat tersampaikan hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa.

Ketegasan tersebut juga diharapkan berdampak pada penataan wilayah. Selama ini, masih ditemukan lemahnya penertiban pedagang yang melanggar aturan, penggunaan badan jalan yang tidak semestinya, serta kurangnya perhatian terhadap keindahan dan ketertiban lingkungan.

Padahal, camat, lurah, dan kepala desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pengawasan dan pelayanan publik di wilayah masing-masing.

Bupati menegaskan, jangan sampai ketika penertiban dilakukan langsung oleh kepala daerah, justru muncul saling menyalahkan. Penataan wilayah merupakan tanggung jawab camat, lurah, dan kepala desa sesuai kewenangannya.

Oleh karena itu, ketegasan Bupati bersama Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja OPD, camat, lurah, dan kepala desa.

Evaluasi ini penting agar setiap wilayah dapat ditata kembali sesuai aturan dan perundang-undangan yang berlaku, sekaligus memastikan kebijakan nasional dapat dijalankan secara optimal di daerah.

Bupati juga menekankan bahwa setiap program yang telah direncanakan dan dianggarkan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, bukan berhenti pada laporan di atas meja.

Aparatur wilayah diminta tidak menjadi penonton, melainkan tampil sebagai penggerak utama pembangunan dan pelayanan publik.

Lebih lanjut, Bupati Banggai menegaskan bahwa jabatan bukanlah zona nyaman. Aparatur yang tidak mampu bekerja sesuai target, tidak inovatif, dan tidak responsif terhadap kebutuhan masyarakat harus siap dievaluasi. Sebaliknya, aparatur yang bekerja sungguh-sungguh, berintegritas, dan berprestasi layak mendapatkan apresiasi.

Langkah ini mencerminkan komitmen kepemimpinan daerah yang tidak ingin pembangunan berjalan stagnan. Dalam pemerintahan modern, ketegasan pemimpin justru menjadi kunci tumbuhnya budaya kerja yang profesional, disiplin, dan bertanggung jawab.

Masyarakat Banggai berharap pesan tegas ini tidak berhenti sebagai wacana. Konsistensi pengawasan dan tindak lanjut nyata menjadi kunci agar seluruh OPD, camat, lurah, dan kepala desa benar-benar menempatkan kinerja serta pelayanan publik sebagai prioritas utama.

Pelantikan pejabat ke depan diharapkan menjadi momentum perbaikan total kinerja pemerintahan. Ketika kecamatan, kelurahan, dan desa belum berjalan maksimal, maka ketegasan kepala daerah menjadi kunci untuk memastikan amanah pelayanan publik dijalankan secara sungguh-sungguh demi kepentingan masyarakat Banggai.(DQ74)

Komentar