Penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia menjadi salah satu poin krusial dalam agenda tersebut.
“Kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Maka, pembangunan bangsa harus berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial,” katanya.
Upacara ini juga menjadi momentum untuk menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, mulai dari pejabat pemerintah hingga generasi muda, agar berperan aktif dalam membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Berbagai sektor, seperti pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital, dianggap sebagai medan strategis untuk mewujudkan Pancasila secara konkret.
Disebutkan pula bahwa BPIP terus menjalankan program-program strategis, termasuk pelatihan bagi aparatur negara, pembinaan di lingkungan pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor, guna memastikan Pancasila terus relevan dan terinternalisasi dalam masyarakat.
Menutup sambutannya, Gubernur Anwar Hafid mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia pada umumnya untuk menjadikan Hari Lahir Pancasila sebagai titik tolak bersama menuju Indonesia yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga bermartabat secara moral dan berkeadilan sosial.
“Dirgahayu Pancasila! Jayalah Indonesiaku!” tandas Gubernur Anwar Hafis mengakhiri amanatnya.












Komentar