Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan.
Gubernur juga menyerukan pentingnya edukasi kepada orang tua dan keluarga tentang pencegahan stunting dan pemberian gizi seimbang.
“Perilaku kurang baik dari orang tua dapat berkontribusi pada gizi buruk,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga menyebut Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny A. Lamadjido sebagai ‘Gubernur Kesehatan’.
“Wakil saya adalah ahli kesehatan 24 karat. Saya percaya penuh urusan kesehatan kepada beliau,” ujarnya.
Ia yakin, dengan kepemimpinan dr. Reny Lamadjido, pembangunan kesehatan di Sulteng akan semakin maju.
Acara pengukuhan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, antara lain Kadis Kesehatan dr. Komang Adi Sujendra, Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Abdul Haris Karim.
Kemudian ada Direktur RSUD Undata Herry Mulyadi, Kepala Perwakilan BKKBN Sulteng Tenny C. Soriton, Ketua IBI Sulteng Euis Bianca, serta perwakilan organisasi profesi kesehatan, organisasi perempuan, pimpinan perguruan tinggi kebidanan, dan mitra kerja.
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi yang digaungkan Gubernur Anwar Hafid, harapan besar tertumpu pada IBI dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mewujudkan Sulteng yang lebih sehat dan sejahtera.














Komentar