Tentu kini bukan lagi era Imperialisme seperti masa lalu. Penjajahan di atas dunia sudah dihapuskan. Akan tetapi jika lalai, sebuah bangsa akan senantiasa menjadi bangsa terjajah, baik secara ekonomi, politik, ataupun bahkan militer. Oleh karenanya, Prabowo Subianto sadar betul tentang kekuatan yang harus dimiliki oleh sebuah bangsa, khususnya Indonesia ini. Dengan kapasitas sebagai mantan prajurit yang berhasil memenangkan banyak pertempuran, Prabowo berpikir keras bagaimana membangun kekuatan itu. Salah satunya adalah dengan memperkuat sistem Alutsiste sebagai salah satu unsur pembentuk kekuatan militer sebuah negara.
Ketiga, membangun ‘mental superiority’ dan sekaligus menghapus mental inferiority complex. Indonesia selalu dibayang-bayangi oleh sejarah masa lalunya yang kelam. Dengan status negara ‘bekas terjajah’, Indonesia akhirnya lama mendekam dalam trauma sejarah itu. Setidaknya sebagian anak bangsa hingga saat ini masih berpikir inferior dengan berpikir bahwa bangsa ini akan selalu rendah dan kalah dari bangsa-bangsa lain. Sebagian anak-anak bangsa ini menghidap penyakit mental yang selalu merasa lemah dan tidak mampu.
Ikhtiar Prabowo Mengangkat Indonesia
Prabowo terus berikhtiar untuk menepis dan menghilangkan mental itu. Prabowo berkomitmen untuk selalu terbuka dalam hubungan eksternal dengan semua negara, menjalankan diplomasi pertahanan serta meningkatkan kekuatan pertahanan mengembangkan alutsista buatan dalam negeri, misi pertahanan indonesia pada dunia dan mendorong serta memajukan industri pertahanan menuju kemandirian dan pemenuhan alpahankam.
Kini, ikhtiar itu mulai membuahkan hasil. Kekuatan pertahanan Indonesia tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Kini, kekuatan pertahanan Indonesia sudah mengungguli Jerman dan Israel. Bahkan di level Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara terkuat. Posisi itu berpeluang terjaga dan bahkan membaik menyusul pembentukan perusahaan induk (holding) militer alias pertahanan.
Saat ini, kekuatan militer Indonesia berada di urutan 15 dunia dari 140 negara yang di survei 2022 oleh menurut Global Firepower (GFP). Posisi tersebut naik 1 peringkat dari 2021. Bahkan, skor indeks kekuatan militer (Power Index/PwrIndx) Indonesia sebesar 0,2251 mengungguli Jerman, Australia, Israel dan Ukraina.
Sementara di kawasan ASEAN, Indonesia memiliki militer terkuat di antara negara lainnya. Vietnam mengejar dengan menempati urutan 28 dunia dengan nilai 0,4521. Kemudian, Thailand dengan skor 0,4581 yang menempatkan negara Gajah Putih bertengger di urutan 3 ASEAN dan 29 dunia
Pameran Indo Defense 2022 akan semakin memuluskan ikhtiar Prabowo dalam memperkuat pertahanan Indonesia. Selamat berjuang, Pak Prabowo!
Baca: Berikut Jumlah Kalori Telur Dadar yang Perlu Anda Tahu
Artikel ini sudah tayang di akun Facebook Prabowo Muda








Komentar