Aliran uang Rp1,7 miliar adalah urusan antara dirinya dengan Rosi, seorang pengusaha Jakarta. Sifatnya pinjaman usaha.
Rinciannya, sebesar Rp1, 5 miliar untuk pembiayaan project APH (proyek/usaha kayu) di Sulawesi Tengah, dan yang Rp200 juta untuk rehab kantor di Jakarta.
“Rosi itu pegawai saya di Jakarta. Dia salah satu Direktur di PT Investasi Emas Murni, perusahaan saya. Saya pinjam dana Rp1, 7 miliar ke dia. Selain dananya saya pinjam, dia juga dapat income,” jelas Mansur lagi.
Informasi yang dihimpun media ini, pertemuan di rumah makan Al-Jazerah, Jakarta, terjadi pada tahun 2021. Sekitar pukul 10 atau 11 siang. Ada beberapa orang yang hadir saat itu.
Termasuk Mansur dan Rosi ikut hadir. Pertemuan itu dilakukan di salah satu ruangan di rumah makan yang terletak di Gondangdia tersebut. Muncul istilah usai pertemuan ‘ini oleh-oleh’ yang dikemas dalam bentuk kertas coklat.
Namun, media ini belum berhasil mengonfirmasi beberapa orang yang hadir waktu itu.
Namun, Gubernur Sulteng Rusdy Mastura sudah membantahnya. Ia menegaskan tidak pernah menerima aliran dana dari Mansur atau Rosi.
“Dimana dia (Rosi) kasih duit saya? Supaya saya tahu jelas. Jangan fitnah saya, bilang sama dia,” kata Gubernur Rusdy Mastura mengklarifikasi saat jumpa pers di Rujab Siranindi Jalan Moh Hatta, Palu, Rabu (22/11/2023) sore.
Baca: Dirut PT Tambang Batu Sulteng Pinjam Uang Rp1,7 Miliar Diduga Catut Nama Gubernur














Komentar