Kapolda juga menekankan pentingnya memastikan operasi berjalan sesuai aturan hukum dan tanpa adanya pembekingan.
“Setiap langkah kami selalu melibatkan Denpom untuk memastikan netralitas. Kami berkomitmen menjalankan tugas demi masyarakat dan menjaga sumber daya alam,” tegas Irjen Agus.
Puluhan Alat Berat Diduga Beroperasi di Lokasi Tambang Ilegal
Dari informasi yang berhasil dihimpun, diduga ada 19 alat berat yang masih beroperasi di lokasi tambang ilegal.
Sedangkan informasi terbaru total 32 alat berat beroperasi di Kecamatan Lambunu dan Taopa yang diduga masuk dari wilayah Gorontalo dan Moutong.
Kapolda Agus menegaskan pentingnya menghindari bentrokan dengan masyarakat selama operasi berlangsung.
“Mereka adalah saudara kita. Pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas, sehingga situasi dapat terkendali tanpa ada gesekan,” tutupnya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih damai dan efektif dalam menangani tambang ilegal di Sulteng, sekaligus melindungi sumber daya alam dan masyarakat sekitar.
Baca: Pemburu Rente di PETI Lambunu Belum Disentuh: Tengara Oknum Aparat yang Suplai Solar









Komentar