Kebakaran di Bolobungkang Bupati Ikut Prihatin Kadinsos Hariadi Bola Lansung Serahkan Bantuan

gNews.co.id,- Musibah kebakaran kembali menimpa warga Kabupaten Banggai. Sebuah rumah warga di Desa Bolobungkang, Kecamatan Nuhon, ludes dilalap api pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 18.30 WITA, sesaat setelah salat Magrib.

Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Banggai. Bupati Banggai Ir. H. Amirudin, S.P., M.P., M.M., menginstruksikan Dinas Sosial untuk bergerak cepat memberikan pelayanan dan bantuan kepada keluarga yang terdampak.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., bersama jajaran turun langsung ke lokasi.

Tim Dinsos yang didukung Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menyerahkan bantuan sekaligus melakukan pendataan kondisi korban.

Pesan Bupati, pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah. Kami datang bersama tim untuk memberikan dukungan dan membantu meringankan beban keluarga yang terdampak,” kata Hariadi Bola.

Kehadiran Dinsos juga didampingi Plt. Camat Nuhon Rahman Sangkota, S.Sos., bersama Pemerintah Desa Bolobungkang yang dipimpin Kepala Desa Isdal.

Berdasarkan pendataan di lokasi, rumah tersebut ditempati satu keluarga dalam satu Kartu Keluarga, yakni Rahim Sururo (31) selaku kepala keluarga dan Rahma Umaira Ismail (19).

Pemilik rumah Rahim menyampaikan, api tiba-tiba muncul dari bagian dalam rumah dan dalam waktu singkat membesar. Kondisi tersebut membuat keluarga tidak sempat menyelamatkan sebagian besar barang milik mereka.

Dari pendataan awal, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Sehingga akibat kejadian tersebut, keluarga korban kehilangan tempat tinggal sekaligus sejumlah barang berharga. Di antaranya uang tabungan sekitar Rp5 juta, dua unit telepon seluler, dua unit speaker, kipas angin, lampu sorot, lima stel pakaian serta sejumlah perabot rumah tangga.

Kerugian material ditaksir mencapai jutaan rupiah. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hariadi Bola menegaskan, bantuan pemerintah bukan sekadar bentuk penyaluran kebutuhan darurat, tetapi juga wujud kehadiran negara ketika masyarakat berada dalam situasi sulit.

Bantuan yang kami salurkan memang tidak dapat mengganti seluruh kerugian yang dialami korban. Tetapi kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga dan memberikan dukungan di tengah kondisi yang sulit,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TAGANA, Pendamping PKH, pemerintah kecamatan dan pemerintah desa yang bersama-sama membantu penanganan keluarga terdampak.

Dinsos Banggai melalui TAGANA dan Pendamping PKH selanjutnya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memantau kondisi keluarga pascakebakaran.

Di akhir, pemberian bantuan Hariadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing.

Mari sama-sama menjaga lingkungan agar kejadian seperti ini tidak terulang. Sebelum tidur, pastikan kompor, listrik dan peralatan lainnya sudah diperiksa dan dalam kondisi aman,” pungkasnya.

Musibah di Bolobungkang ini kembali menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sumber api dan instalasi listrik perlu menjadi perhatian bersama, terutama di lingkungan permukiman.(DQ74).

Komentar