Ia juga menyinggung indeks kerawanan Pemilu yang menempatkan Sulteng dalam lima besar provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi, berdasarkan pemetaan Bawaslu RI.
“Sulawesi Tengah saat ini berada di posisi kelima dalam pemetaan kerawanan, dengan 27 indikator yang semuanya terpenuhi. Ini menjadi PR besar bagi kita untuk melakukan langkah-langkah pencegahan,” katanya.
Ia menekankan bahwa tantangan terbesar akan datang setelah penetapan calon pada 22 September, di mana Bawaslu akan mulai memproses seluruh pelanggaran kampanye, termasuk soal netralitas ASN dan keterlibatan aparat desa.
“Argo pengawasan dan penindakan kita dimulai pada tanggal 22 September. Seluruh pengawas harus siap bekerja keras, karena tugas negara ini menanti kita,” jelas Nasrun.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen, termasuk jajaran pengawas Pemilu dari kabupaten/kota, Forkopimda, dan media, yang diharapkan turut berperan aktif dalam mensukseskan Pilkada serentak 2024 di Sulteng.









Komentar