gnews.co.id,- Komitmen dalam mendorong segi pemberdayaan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan Media Visit Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PPM yang digelar Pertamina EP Donggi Matindok Field, Minggu 15-2-2026.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Persatuan Wartawan Indonesia PWI Kabupaten Banggai sebagai ketua PWI Banggai Abdul Saleh menilai langkah perusahaan membuka ruang kunjungan lapangan bersama insan pers merupakan bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat sinergi bersama masyarakat.
Selanjutnya rombongan wartawan bertolak dari Sekretariat PWI di Luwuk menuju Desa Nonong, Kecamatan Batui setibanya di lokasi ini, para jurnalis melihat langsung perkembangan sejumlah unit usaha binaan yang tumbuh berkat dukungan program PPM.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah rumah produksi dan galeri UMKM termasuk, Noto Snack Noge Kuantok yang berdiri sejak akhir 2022 dan terus berkembang hingga kini selain itu, terdapat BUMDes, dua kelompok petani, serta Kelompok UMKM Nonong beranggotakan 12 orang yang aktif memproduksi dan memasarkan berbagai olahan pangan lokal.
Jamesar Relations dari Pertamina EP DMF mengajak para peserta rombongan media visit diajak menyaksikan proses produksi, pengemasan hingga strategi pemasaran yang telah memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar.
Tak hanya itu perjalanan ini kemudian dilanjutkan ke Desa Tirta Jaya, Kecamatan Toili, di wilayah ini, rombongan meninjau program integrated farming berbasis ekonomi sirkular. Konsep ini memadukan budidaya maggot, ikan mujair, nila, lele, hingga ternak ayam dan puyuh dalam satu sistem terpadu.
Dari desa tirta jaya rombongan berkunjung di kelompok BSF Gen Toili yang juga pertama dalam lakukan mengembangkan budidaya maggot dari pengolahan sampah organik menjadi salah satu contoh nyata penerapan ekonomi sirkular.
Ketua kelompok, Samsul Hidayat, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 12 anggota aktif dengan hasil produksi maggot segar yang dipasarkan sekitar Rp15.000 per kilogram.
Tak hanya dipasarkan di wilayah Banggai, produk kelompok ini bahkan telah menjangkau Palu dan Kalimantan melalui pemasaran digital, selain meningkatkan pendapatan anggota, program ini juga membantu mengurangi persoalan sampah rumah tangga di sekitar lokasi usaha.
Ketua PWI Banggai kembali menyampaikan apresiasinya saat berdialog bersama kelompok tani dan peternak di Toili menurutnya, program yang dijalankan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak ekonomi yang terukur.
Sementara itu, melalui pendamping lapangan Dedy, menegaskan bahwa keterlibatan media menjadi bagian penting dalam memastikan keterbukaan informasi program.
Ia menyebut, seluruh program PPM dirancang berdasarkan social mapping dengan mengacu pada tiga pilar utama, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penentuan mitra binaan difokuskan pada kelompok rentan seperti petani, nelayan, dan rumah tangga prasejahtera agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, PWI, serta insan pers semakin solid dalam mendorong pembangunan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Banggai,”pungkas nya
(DQ74)














Komentar