gNews.co.id – Memasuki malam keempat Ramadan, koalisi partai pendukung Pemerintah Kota Palu yang mengusung pasangan Hadianto Rasyid-Imelda Liliana Mudin menggelar pertemuan tertutup guna membahas berbagai isu strategis terkait dinamika kota dan perkembangan politik terkini.
Pertemuan tersebut dihadiri tiga ketua partai koalisi, yakni Ketua Golkar Kota Palu Muhlis Acha, Ketua PKB Kota Palu H. Nanang, serta Ketua DPC Hanura Kota Palu Ashar Yahya. Turut hadir anggota DPRD Kota Palu dari Partai Golkar, Erman Lakuana, serta Rostia Tompo.
Diskusi berlangsung hangat dan mendalam dengan fokus utama pada penguatan kerja-kerja koalisi di DPRD Kota Palu dalam mengawal serta mendukung program-program Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Hadianto–Imelda.
Dalam keterangan tertulisnya pada Ahad (22/2/2026) dini hari, Ketua DPC Hanura Kota Palu, Ashar Yahya, menyampaikan bahwa masing-masing pimpinan partai menitikberatkan pembahasan pada substansi penguatan fungsi dan soliditas koalisi.
H. Nanang menekankan pentingnya menjaga dinamika dan kekompakan koalisi agar lebih terwujud secara konkret dalam mengawal keseluruhan program pemerintahan.
Ia menilai, soliditas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan politik, termasuk dinamika di DPRD.
Sementara itu, Rostia Tompo dalam beberapa kesempatan diskusi mengingatkan bahwa peran partai koalisi masih perlu ditingkatkan, khususnya dalam membela kepentingan pemerintah sesuai fungsi koalisi. Ia menilai respons terhadap sejumlah isu strategis masih perlu diperkuat.
Senada dengan itu, Erman Lakuana menyoroti pentingnya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bertindak satu suara dalam memaparkan program kerja dan aspek teknis kegiatan.
Ia menegaskan, OPD diminta tidak keluar dari rel kebijakan yang telah diputuskan oleh kepala daerah.
Ketua Golkar Kota Palu, Muhlis Acha, dalam diskusi lepasnya menekankan perlunya agenda pertemuan koalisi yang terjadwal secara rutin melalui kalender bersama.
Hal itu dinilai penting guna mengisi ruang-ruang kosong komunikasi yang kerap memunculkan silang pendapat, terutama saat berhadapan dengan partai non-koalisi.
“Bukan semata-mata soal kehebatan partai non-koalisi dalam menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga soal kesiapan dan ketanggapan partai koalisi dalam memahami dan mendalami substansi program pemerintah, sehingga mampu memberikan pembelaan yang tepat,” tegas Muhlis.
Ia juga menegaskan komitmennya agar kader Partai Golkar selalu tanggap dan responsif terhadap setiap perkembangan, serta memahami fungsi sebagai pengawal dan pendukung pemerintah.
Baca: Ketum HPA Pimpin Hanura Kota Palu: Pengamat Nilai Ashar Yahya Dekat dengan Grassroot














Komentar