gNews.co.id,- Berakhirnya perhelatan akbar Pekan Nasional (PENAS) XVII KTNA Tahun 2026 di Gorontalo menjadi penanda dimulainya perjalanan pulang bagi Kontingen KTNA Kabupaten Banggai.
Sebanyak 150 peserta bertolak dari Gorontalo menuju Kabupaten Banggai menggunakan KM Mointi melalui rute Pelabuhan Gorontalo–Pelabuhan Pagimana.
Rombongan meninggalkan rumah pemondokan di wilayah Limboto pada Jumat (26/6/2026) menuju Pelabuhan Gorontalo. Seluruh proses kepulangan, mulai dari pengurusan tiket hingga koordinasi kendaraan penjemput menuju daerah asal masing-masing peserta, dipersiapkan dengan baik.
Yang menjadi perhatian sekaligus kebanggaan para peserta adalah komitmen Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Banggai yang tetap mendampingi rombongan hingga kembali ke daerah.
Kepala Dinas TPHP Banggai, Drs. Subhan Lanusi, hadir langsung bersama Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Fadli H. Salawali serta Sekretaris KTNA Banggai, Salman Sulaiman.
Semula rombongan juga akan didampingi Ketua KTNA Banggai Irwanto Kulap dan Bendahara Michael Tendean. Namun, Ketua KTNA harus kembali lebih awal pada 23 Juni 2026 untuk menghadiri agenda Sidang Paripurna sehingga pendampingan dilanjutkan oleh jajaran Dinas TPHP dan pengurus KTNA lainnya.
Setibanya di Pelabuhan Pagimana pada Sabtu pagi (27/6/2026), Kabid PSP Fadli H. Salawali bersama jajaran kembali memastikan seluruh peserta memperoleh kendaraan menuju kecamatan dan desa masing-masing.
Diperkirakan sedikitnya tujuh kendaraan disiapkan untuk mengangkut para peserta hingga ke tujuan akhir.
Fadli Salawali, yang akrab disapa Ilo, mengatakan bahwa pelayanan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah kepada para petani dan nelayan yang telah mewakili Kabupaten Banggai dalam ajang PENAS XVII.
Pendampingan sejak keberangkatan menuju Gorontalo hingga kepulangan ke Banggai menjadi bukti nyata komitmen Dinas TPHP dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para petani dan nelayan.
Kehadiran Kepala Dinas TPHP bersama jajaran di setiap tahapan perjalanan menunjukkan bahwa pelayanan tidak berhenti saat kegiatan selesai, tetapi terus diberikan hingga seluruh peserta tiba dengan aman di kampung halaman.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari para peserta karena mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab pemerintah daerah terhadap masyarakat tani dan nelayan yang telah membawa nama Kabupaten Banggai di tingkat nasional.(DQ74)














Komentar