Komnas HAM Desak Aparat Usut Insiden Tragis di Area Tambang Poboya, Nyawa tak Boleh Dianggap Murah: Titik Krtitis soal PETI?

· Penertiban Perilaku Berkendara: Mendesak aparat melakukan pengawasan ketat dan tindakan hukum tegas terhadap pengemudi yang melanggar aturan lalu lintas. Keselamatan warga di sepanjang jalur angkut harus menjadi prioritas utama yang tidak boleh dikorbankan.

· Audit Keselamatan Kerja Menyeluruh: Komnas HAM mendesak instansi teknis terkait untuk segera mengevaluasi dan mengaudit seluruh prosedur keselamatan kerja di semua titik aktivitas pertambangan di Poboya.

Nyawa manusia tidak boleh dianggap murah dalam aktivitas ekonomi pertambangan.

“Kami mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak abai terhadap perilaku ugal-ugalan dan kendaraan ‘rongsokan’ yang masih dipaksakan beroperasi di Poboya,” tegas Livand Breemer.

Penertiban ini katanya adalah mandat konstitusional untuk perlindungan hak atas hidup dan keamanan setiap warga negara.

Diketahui, insiden kecelakaan kenderaan berada di wilayah yanv selama ini ditengarai sebagai aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Peristiwa ini kian menambah deretan petaka merenggut nyawa pekerja, di mana dalam beberapa waktu belakangan kecelakaan yang sama juga terjadi.

Baca: Cengkeraman Pemodal Tambang Poboya: Guru Besar Unhas Sebut PETI Bikin Negara Rugi, Korbankan Rakyat Kecil

Komentar