Sebagai bentuk konkret, Ia akan mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) khusus kopi di Desa Lembantongoa. Langkah ini bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang terampil dalam pengelolaan dan pengembangan industri kopi.
Di sektor infrastruktur, pemerintah provinsi akan menambah dukungan untuk mengaspal 2 km jalan, sementara Pemerintah Kabupaten Sigi diharapkan dapat menambah satu kilometer lagi, sehingga total 5 km akses jalan menuju desa dapat diselesaikan.
Lebih lanjut, Gubernur juga mengajak masyarakat transmigran untuk memanfaatkan Program 9 Berani, seperti Berani Beasiswa yang menyediakan bantuan pendidikan, serta Berani Sehat.
Sebagai upaya mendorong produktivitas, pemerintah provinsi akan menyalurkan bantuan bibit kopi kepada masyarakat.
Pemerintah pusat pun diharapkan mendukung pengembangan industri hilir kopi di daerah ini untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis sumber daya alam unggulan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyinggung potensi lain di Sulteng, seperti komoditas durian unggul di Parigi Moutong yang kini dikenal sebagai Emas Berduri, serta rencana pembukaan akses jalan baru dari Salubana di Kabupaten Sigi menuju Kabupaten Parigi Moutong untuk mendukung konektivitas dan distribusi hasil produksi antarwilayah.
Turut hadir, Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Velix Vernando Wangai, Dirjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi Sigit Mustofa, Anggota DPRD Provinsi Sulteng.
Baca: DPRD Sulawesi Tengah Konsultasikan Raperda Ketenagakerjaan dengan Kementerian di Jakarta














Komentar