gNews.co.id – PT GNI diduga kembali meresahkan warga nelayan di pesisir Pantai Desa Tokananaka Morut.
Keresahan warga Desa Tokananaka, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) akibat tumpahan oli dari kapal yang beroperasi di jetty milik PT Gunbuster Nickel Industry (GNI).
Dalam video yang beredar di beberapa WatsApp Group (WAG), tumpahan oli itu menyebar di bawah kolong rumah-rumah warga.
Suara dalam video sedang mencari jalan air laut yang sudah kotor bercampur tumpahan oli.
“Mau turun di laut dulu ini. Di mana saya mau lewat ini. Kotor ini, kotor semua ini. Ini saya turun ini, ba hitam-hitam ini (oli). Bae-bae memang kamorang (kalian),” tutur suara seorang warga yang mengambil rekaman video.
Dilansir radarsulteng.net dari berdasarkan video yang beredar, tampak tumpahan cairan berminyak berwarna hitam di pesisir pantai Desa Tokananaka.
Warna hitam memenuhi pinggiran pantai yang diduga adalah oli yang terbuang atau dibuang di pantai.
Kepala Desa Tokananaka, Asrar Sondeng, mengatakan bahwa dia dikirimi video dari warganya tentang tumpahan oli di pesisir pantai.
Tumpahan oli tersebut sudah terjadi selama tiga hari. Menurut Asrar, selama ini ada empat kapal yang berlabu di seputaran Desa Tokananaka.
Warga bingung siapa yang bertanggung jawab atas tumpahan oli tersebut.
Warga Desa Tokananaka, khususnya nelayan, sangat dirugikan akibat tumpahan oli ini.
Pukat nelayan tercampur oli, sehingga mereka tidak bisa mendapatkan ikan.
“Kalau laut sudah tercemar, ikan apa yang bisa bertahan?” tutur Asrar seperti dilansir radarsulteng.net, Rabu (10/4/2024).
Baca: PT GNI Dinilai Ugal-ugalan, Buruh Tewas tak Mampu Beri Perlindungan Keselamatan Kerja!














Komentar