Rustam menilai operasi ini terkesan tebang pilih dan gagal menyentuh dalang utama di balik aktivitas ilegal yang telah merusak lingkungan secara masif tersebut.
Komitmen Pemberantasan Tak Surut
Meskipun operasi kali ini gagal, Gubernur Anwar Hafid menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menyerah. Ia berjanji akan terus melanjutkan upaya penertiban PETI di seluruh wilayah Sulteng.
“Pemerintah Provinsi akan berkolaborasi erat dengan kementerian terkait dan penegak hukum untuk memperbaiki tata kelola pertambangan di Sulteng,” tegasnya.
Anwar Hafid menekankan bahwa penertiban ini merupakan langkah serius untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah serta memastikan sumber daya alam dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat dan menekan angka kemiskinan.
Aktivitas PETI di hulu Sungai Taopa sendiri telah menyebabkan kerugian besar bagi para petani dan mencemari aliran sungai secara masif.
Pemerintah berkomitmen untuk mewujudkan tata kelola pertambangan yang bersih, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat Sulteng.








Komentar