gNews.co.id – Aktivitas Pertambangan Emas di Kelurahan Poboya dan Vatutela, Kota Palu, terus menjadi penopang ekonomi ribuan warga, meski beroperasi dalam area konsesi PT Citra Palu Minerals (CPM).
Tambang emas di Poboya dan Vatutela yang kerap dianggap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) tak bisa lagi diabaikan oleh instrumen pemerintah dan pihak-pihak terkait, lantaran ada ribuan warga menggantungkan hidupnya untuk bisa bekerja.
Tokoh Front Pemuda Kaili (FPK), Amier Sidiq, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/1/2026) malam menegaskan ketergantungan ekonomi masyarakat terhadap tambang rakyat di wilayah tersebut sudah sangat tinggi.
“Ini sudah menjadi ketergantungan masyarakat Poboya dan wilayah lingkar tambang,” ujar Amier.
Ia mendesak pemerintah untuk membuka ruang legalisasi tambang rakyat sebagai bentuk keberpihakan.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya melindungi mata pencaharian warga, tetapi juga mendukung kedaulatan mineral yang inklusif.
“Dengan kebijakan ini, masyarakat tidak lagi hanya menjadi objek, tetapi dapat menjadi pelaku utama,” katanya.
Baca: Tambang Poboya Urat Nadi Ekonomi Ribuan Warga: Pemerhati Desak Pemerintah Legalisasi untuk Rakyat








Komentar