Jangan ditunda lagi sehingga penanganan jalur Kebun Kopi bisa lepas dari stigma proyek ‘abadi’.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikucurkan ke ruas jalan itu, menurut Zulfakar sebaiknya dialihkan saja untuk pembangunan ruas baru, Palu-Parigi baypass.
Atau katanya, alihkan ke ruas jalan provinsi Tambu-Kasimbar bypass. Solusi ini sepertinya tepat meski butuh anggaran yang tidak sedikit.
“Pekerjaan proyek penanganan jalan Kebun Kopi setiap tahun, sudah menjadi pemandangan yang tidak lagi menimbulkan simpati masyarakat,” jelas Zulfakar.
Pria yang pernah memimpin asosiasi jasa konstruksi Aspekindo Sulteng ini menyentil nama anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Sulteng, Muhidin M Said terkait jalan Kebun Kopi.
Zulfakar mengemukakan, anggota DPR RI yang terpilih lagi di periode ketujuhnya itu pernah menjanjikan pembangunan ruas Palu-Parigi sebagai solusi kebun kopi.
“Pak Muhidin saat itu pernah berdialog dengan saya sebagai Ketua Komisi III, bahwa DPR RI menyiapkan anggaran untuk pembangunan jalan (Palu-Parigi) tersebut secara bertahap,” ungkapnya.
Namun sayangnya, Zulfakar juga tidak tahu menahu apa penyebab sehingga rencana pembukaan jalan ini tidak pernah terealisasi hingga sekarang.
Padahal, poros Palu-Parigi yang akan melintasi kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) sudah ada persetujuan kementerian untuk diturunkan statusnya.
Baca:;Proyek ‘Abadi’ Kebun Kopi Mengapa tak Kunjung Selesai, Adakah Pihak Dapat Komisi?












Komentar